Rabu, 13 Februari 2013

TIK 9B-04


UNAS 2013 JUJUR  DAN BERPRESTASI

JAMBI – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh benar-benar geregetan terhadap ulah sejumlah kepada daerah yang tega memanfaatkan pelaksanaan ujian nasional (unas)sebagai alat politik. Kepala daerah sering menekan kepala sekolah supaya sisiwanya lulus 100 persen. Tapi,itu diniati untuk mendongkrak popularitas politik di mata masyarakat.
Dalam kunjungan deklarasi Ikrar Unas Jujur dan Berprestasi di Jambi kemarin (9/2), Nuh mengngatkan pada kepala daerah agar tidak lagi mengintervasi unas untuk kepentingan politik. “Mari kita bertekad, sudah bukan eranya bupati dan wali kota menekan kepala sekolah,”tegasnya. Nuh berharap tidak ada lagi kasus kebocoran soal atau contek masal. Entah itu didasari tekanan kepala daerah maupun penyabab lain. Sebab,kejujuran pelaksanaan unas merupakan tanatngan yang cu8kup berat. “Tapi,tetap haru dijalankan
Kepada kepala sekolah, menteri asal Surabaya itu berpesan supaya mereka bisa menjalankan unas jujur. Mumpung masih ada waktu,kepala sekolah bisa menjlankan program untuk menggenjot kemampuan akadenis siswa. Mulai pemberian materi tambahana hingga latihan-latihan soal. “Guru boleh menyebar kunci jawaban, tapi khusus latihan soal unas, “ungkapnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar